Minggu, 19 Februari 2012

aku bisa


Tak hentinya ku tetskan air mataku
Tak hentinya ku mengenang dirimu
Di sini ku merenung
Kosong
Hening
Gelap

Ku terhanyut akan sakitku
Sakit yang dulu tak pernah kau torehkan untukku
Sakit ini menyiksaku
Menyiksa batinku
Pikiranku
Perasaanku

Tak bisakah kau berpikir tentang persaanku
Tentang sakitnya aku
Tentang tersiksanya aku

Kau tahu
Aku begitu mencintaimu
Sangat mencintaimu

Hanya huja yang menemani tangisku
Tangis karena cintamu yang palsu

Tuhan maha tahu
Ku hanya ingin kau kembali padaku
Dengan hati yang utuh untukku
Dan hanya untukku

1 komentar:

  1. Seandainya Allah dan Rasul-Nya membolehkan, aku akan memakai air matamu untuk berwudhu. . .

    :D :D :D :D :D :D

    BalasHapus